Search This Blog

Friday, March 2, 2012

Angkatan Pertama, Penentu, Pencetus Masa Depan


               Mungkin ini tidak pernah aku rasakan sebelumnya, mungkin ini bisa jadi yang pertama dan terakhir, mungkin ini bisa jadi sejarah yang besar dalam hidupku.Awalnya aku tidak merasa betah tinggal kelas Cuma ada dua itupun digabung dengan kelas enam SD,katanya sih untuk menemani saja kelasku coba saja pikirkan satu sekolah Cuma ada satu kelas?Wah kaya terisolir.

            Guru – guru yang ada Cuma tiga yang tetap, sisanya di pinjamkan dari SD sebelah.Awal bulan mungkin jadi salah satu bulan terjal kami jalani bagaikan penjajajah Jepang dan Belanda.Istirahat hanya sepuluh menit itupun suka dipotong pelajaran.Mau jajan harus keluar, jalan keluar aja udah ngabisin waktu. Teman – temanku akhirnya usul agar istirahat ditambah,akhirnya waktu di tambah jadi 15 menit.


            Kebijakan – kebijakan sekolah banyak yang berpendapat adalah sebuah blunder.Diantara kebijakan itu adalah mengatur jajan harus di dalam sekolah gak boleh di luar, pulang sampai jam 16.15 belum di tambah tugas.Waktu pun diatur akhirnya pulang jadi setelah ashar dan usul temanku agar pedagang dari luar diperbolehkan berdagang di sekolah akhirnya kesampaian.Jadinya setiap hari kita tidak harus makan bolu dan lemper terus.

            Aku dan teman – temanku jadi saksi pembangunan sekolah ini mulai dari pembuatan Masjid dan gedung bertingkat.Oh iya aku ada cerita saat murid baru dating, inisialnya Za dia sempat disebut orang tidak waras.Kenapa gak waras, karena dia pernah mengeluarkan argument yang menyebutkan bahwa dari atas aku bisa melihat Konoha dan New York.Wow imajinasi yang sangat luar biasa aku saja tak bisa melihatnya kenapa dia bisa ?

            Yang paling aku ingat adalah saat kelas tiga,saat yang mendebarkan karena ada yang berkata bahwa lulusan dari kalian lah yang akan menjadi salah satu pencetus nilai Akreditasi sekolah ini.Awalnya kami terhenyak, tapi ini menjadi sumber motivasi agar bisa lulus 100 % dengan rahmat dari Allah s.w.t.

            Singkat cerita UN kami lewati bagaikan angin yang berhembus begitu saja.Dan alhamdulillahnya lulus 100 % walaupun numpang ke sekolah lain.Salah satu factor yang dapat menyebabkan seperti itu adalah dengan jalan langit.

Saat kami melanjutkan ke jenjang berikutnya, kebiijakan sekolah sudah dinilai tak ada blunder.Dan kebijakan tersebut mengarah pada kebaikan bagi kita semua tentunya.Yang paling aku dan teman bangga sekolahku berhasil akreditasi A.

0 komentar:

Post a Comment